My Lovely Husband | Ujungbatu Info

My Lovely Husband

Dear my husband.
Betapa besarnya rasa syukur yang aku ucapkan karena memiliki mu sebagai suamiku. Kenapa tidak? Selain kau seorang yang baik, sabar dan bertanggungjawab, kau pun seorang suami yang sangat mencintai istri mu. Semua itu kau buktikan dalam keseharian mu. Meski tak jarang kita beradu mulut dan bersitegang karena perbedaan pendapat dan miss persepsi, namun kau lah suami terbaik ku dan aku tetap akan selalu mencintai mu. Seperti sekarang ini. Kau buktikan lagi betapa kau menyayangi ku sepenuh hati mu. hari sabtu kemarin bukan lah hari yang bisa kau isi dengan bersantai dan beristirahat di rumah. Di pagi hari atasan mu meminta mu untuk bekerja sampai jelang maghrib dan kemudian malam harinya kau pun masih harus berangkat ke kantor karena dapat jatah lembur. Dan malam aku pun terpaksa tidur seorang diri. Paginya kau pulang dalam keadaan letih. Namun kau tetap tersenyum dan memeluk hangat diriku. Bahkan kau masih ingat dengan janji mu untuk mengajakku ke Tanah Abang. Padahal semalam kau hanya tidur satu jam saja. Namun bagimu cukup mengistirahatkan mata dan badan sebentar dan kemudian memenuhi janjimu pada ku. Ku tahu ini sebenarnya bukan lah hal yang mudah bagi mu. Apa lagi aku tahu bahwa pria pasti paling males kalau diajak muter-muter pasar untuk belanja atau hanya sekedar cuci mata.

I love you so much! Ga hanya itu saja. Rasa lelah yang belum sepenuhnya pulih harus kau rasakan lagi saat kita hendak pulang menggunakan KRL. Karena kurangnya informasi ternyata KRL comline menuju Tangerang tak beroperasi hingga sore. Alhasil kita pun memilih naik KRL ekonomi dengan tiket AC. Sayangnya kita gak kebagian tempat duduk dan terpaksa kita harus berdiri. Namun beberapa menit kemudian ada seorang bapak yang memberikan kursinya pada ku karena anaknya gak mau duduk diam. Aku pun duduk dan suamiku berdiri tepat disampingku. Tak lama kereta pun berjalan. sesekali aku menoleh ke arah suami ku. Ku lihat matanya yang mulai tak kuasa menahan kantuk. Sadar aku memandangnya, dia hanya melontarkan senyuman dan mengatakan dia tidak apa-apa.

Ya Allah… sungguh tak tega rasanya. Betapa baiknya suami ku ini. Dia abaikan rasa kantuk dan lelahnya demi untuk menyenangkan hati ku yang dia tahu aku merasa bosan di rumah sendirian selama dia bekerja. Dia pun merasa bersalah saat harus meninggalkan ku di rumah sendirian saat hari libur karena dia harus bekerja (lembur). Dan begitu ada waktu luang suamiku pasti akan berusaha menebus semua itu dengan memanjakan diriku dengan berbagai cara yang dia mampu.

Suamiku memang bukan tipikal suami yang romantis. Tapi suamiku adalah pria yang romantis dengan segala hal yang telah dia lakukan untuk ku. Meski kami belum lah berlimpah materi, tapi aku merasa menjadi keluarga yang kaya dengan kasih sayang dan kehangatan yang kami miliki. Dia suamiku, my lovely husband

0 Response to "My Lovely Husband"

Post a Comment

Komen Anda Menentukan Kualitas Kami